Blog ini berisi kumpulan tugas-tugas sekolah dan pengalaman hidup sehari-hari dengan berbagai bentuk :D
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Juli 2017
Bukan Namamu
Rabu, 07 Januari 2015
Cerita Lama Tentang Aku dan Mereka
I miss them. . . How are you? Aku
menemukan cerpen lama ini dan ternyata belum sempat aku posting. Yauda aku buat
posting aja untuk mengisi blog ini. . .:D
Setahun yang lalu
tepat tanggal 23 Juni 2013, banyak cerita dan pengalaman yang selalu terbayang
dan terkenang olehku. Entah karena ada hubungannya dengan suasana hatiku atau
apa aku juga tak mengerti. Tapi, ya nggak semuanya aku ingat dengan baik. Yang
aku ingat adalah mulai dari siang sampai malam, sedangkan ketika pagi aku tidak
ingat dengan apa saja yang telah aku lakukan. Em... jadi bingung aku harus
memulai cerita dari mana. Yaudahlah langsung saja ya...
Sabtu, 01 November 2014
Hariku Bersamanya
(Kusuma, Hyan, Ahmad, Rosi, Viana, Eka, Aini, Putra, Arda, Novia, Rita, Fiya, Dina, Syari, Fitri, April, Febdri, Mustofa, Vita, Shabri, Izza, Pras, Putri, Rasyid, Sisca, Septi, Ria, Aries, Angeli, dan Aning)
![]() |
Part 1
Hari Kamis. Iya,
sepertinya akan menjadi hari yang membuat tubuh ini lelah dibanding hari-hari
yang lain. Mulai dari pagi, sudah kuawali dengan washing (biasa anak kos :D). Ya, awal pagi yang lumayan sudah
menguras tenaga yang tidak sedikit. Jadwal kuliah hari ini adalah Pendidikan
Pancasila, BIK, dan Psikologi Pendidikan dari pagi hingga menjelang sore
(meskipun ada jeda istirahat). Mata kuliah pertama adalah Pendidikan Pancasila
dengan agenda melanjutkan presentasi kelompok. Kelompokku (Putra, Arda, Mustofa,
Dina, Ria,dan saya) sudah presentasi minggu lalu dan sekarang giliran
kelompok berikut (Hyan, Rosi, Aini, Syari, dan April). Materi presentasi adalah
Pancasila dalam konteks pemberantasan KKN.
Rabu, 05 Mei 2010
Dibalik Kelambu Dekil
Jojo anak tunggal yang lahir dari keluarga sederhana. Emaknya seorang penjual kue dan pisang goreng di dekat sekolah Jojo. Memang sejak tiga tahun Jojo hanya hidup dengan emaknya karena ayahnya telah meninggal sejak ia masih kelas 5 SD. Jojo memang anak yang lugu dan tidak malu meski emaknya hanya seorang penjual. Sebenarnya Jojo adalah anak yang pandai tetapi ia tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Ia lebih suka membantu emaknya daripada belajar. Sehingga nilainya terus menurun. Tidak jarang jika ia sering mendapat hukuman di sekolah karena tidak mengerjakan PR atau nilainya jelek. Sudah sering pula emaknya menegur, tapi tidak digubrisnya juga.
”Jo, kamu belajar saja sana, emak bisa kok mengupas dan menggoreng pisang ini sendirian.”kata emak Jojo.
”Tidak Mak. Jojo kasihan melihat Emak, Jojo tidak tega melihat emak bekerja sendirian.”sahut Jojo.
”Justru emak yang tidak tega melihat kamu sering dihukum di sekolah. Entah tidak mengerjakan PR atau nilaimu jelek. Mungkin kalau emak tidak repot, emak bisa membantu kamu belajar. Tapi kapan?”tanya emak Jojo.
”Jo, kamu belajar saja sana, emak bisa kok mengupas dan menggoreng pisang ini sendirian.”kata emak Jojo.
”Tidak Mak. Jojo kasihan melihat Emak, Jojo tidak tega melihat emak bekerja sendirian.”sahut Jojo.
”Justru emak yang tidak tega melihat kamu sering dihukum di sekolah. Entah tidak mengerjakan PR atau nilaimu jelek. Mungkin kalau emak tidak repot, emak bisa membantu kamu belajar. Tapi kapan?”tanya emak Jojo.
Rabu, 18 November 2009
Pertemuan Sementara dengan Sahabat Lama
Hari minggu, pagi itu dikota Madiun cuaca cerah. Secerah hati Nira yang sibuk sekali di dapur. Dia sedang membuat kue dengan mamanya untuk sahabat karibnya yang bernama Adifatul Maulina. Namun ia dipanggil Ifa oleh teman-temannya. Iatelah lima tahun meninggalkan kota Madiun dan pindah ke kota Surabaya dan sekarang kembali lagi ke kota Madiun di rumah bibinya. Nira sengaja membuat kue kesukaannya karena untuk memberi kejutan padanya. Selesai membuat kue Nira sangat senag dan berterima kasih pada mamanya yang telah membantu.
“Nir, apa kamu mauke rumahnya Ifa sekarang?” Tanya mama.
“Nggak Ma, Nira kesan nati sore aja dan yang mengembala kambing nanti biar adik aja ya, Ma?” Sahut Nira.
“Nggak Ma, Nira kesan nati sore aja dan yang mengembala kambing nanti biar adik aja ya, Ma?” Sahut Nira.
Sabtu, 11 April 2009
Akhirnya Mengakui
Winda, Reni dan Lita adalah sahabat yang akrab dalam satu kelasku. Winda adalah anak yang paling pandai tapi agak sedikit sombong dan ingin menang sendiri. Dia tidak begitu kaya dan tidak juga miskin, dia pas-pasan. Kebetulan saat itu ada anak baru, namanya Ratih. Dia pindahan dari Surabaya. Dia sangat kaya, cantik, tidak sombong dan pandai sekali. Semenjak dia mengikuti pelajaran di kelasku dia selalu mendapat nilai yang yang baik dan selalu melebihi nilai Winda. Hal inilah yang membuat Winda dan teman-temannya jengkel kepada Ratih apalagi banyak teman-teman yang menyukainya, termasuk aku juga. Mulai saat itu Winda dan teman-temannya sering ngerjain Ratih. Diantaranya mereka pernah menyembunyikan kotak pensil Ratih ketika ada ulangan, yang menyebabkan Ratih dimarahi oleh gurunya.
Pada suatu hari ada pengumuman bahwa akan diadakan perkemahan. Saat itu juga Winda dan teman-temanya berkumpul di perpustakaan untuk ngerjain Ratih saat berkemah nanti.
Pada suatu hari ada pengumuman bahwa akan diadakan perkemahan. Saat itu juga Winda dan teman-temanya berkumpul di perpustakaan untuk ngerjain Ratih saat berkemah nanti.
Sabtu, 04 April 2009
Malu Dua kali Lipat
Sepulang sekolah aku langsung pergi ke bank untuk menabung. Sesampainya di bank aku kecewa karena gerbang sudah ditutup dan aku semakin terkejut karena ada petugas di bank itu yang tampaknya baru pulang menegurku.
“Dik, banknya sudah tutup karena sudah sore, kalau adik mau nabung besok saja, ya ?” Tanya petugas bank itu.
“I..Iya Pak.” Jawabku.
Huh…uh betapa malunya diriku dilihat banyak orang, masih pakai seragam lagi. Ketika aku melihat jam tanganku ternyata sudah pukul 15.30 WIB. Aku pun nyengir karena merasa sangat malu sekali.
“Huh… anak tolol lain kali kalau ke bank lihat jam dulu ya?” Gerutuku pada diriku sendiri karena sangat benci.
“Dik, banknya sudah tutup karena sudah sore, kalau adik mau nabung besok saja, ya ?” Tanya petugas bank itu.
“I..Iya Pak.” Jawabku.
Huh…uh betapa malunya diriku dilihat banyak orang, masih pakai seragam lagi. Ketika aku melihat jam tanganku ternyata sudah pukul 15.30 WIB. Aku pun nyengir karena merasa sangat malu sekali.
“Huh… anak tolol lain kali kalau ke bank lihat jam dulu ya?” Gerutuku pada diriku sendiri karena sangat benci.
Langganan:
Postingan (Atom)

