Mataku terasa pedih dan berat untuk tetap membuka. Kepalaku terasa pening dan berat. Tulang-tulangku terasa sakit dan rapuh.
Untuk ke sekian kali, aku menangis karena teringat Eltern khususnya meine Mutter. Rasanya aku kangen sekali sama ibuk. Disini seminggu, gak ketemu mereka rasanya nyesek banget.
Masak sih? Kalau lagi sedih aja kamu itu baru inget mereka. Coba aja kamu ingat-ingat, pas kamu lagi seneng, lagi happy, kamu gak inget mereka. Bahkan kamu pengenya gak pulang. Iya, kan?
Gak ya... aku masih ingat mereka. Aku sayang, aku kangen mereka. Aku sering menangis kalau inget mereka. Aku sadar merekalah yang paling sayang dan mengerti tentang aku. Hatiku sakit. Ingin berteriak melepaskan beban yang ada di dadaku. Menangis, meluapkan dan menumpahkan air mata sampai kering. Berharap beban ini hilang bersama dengan aliran air mata yang aku keluarkan.



